4 Jul 2011

SEBAB SEBAB LAPANGNYA DADA DAN SEHATNYA HATI

Pengobatan yang paling ampuh terhadap penyakit-penyakit hati dan sempitnya dada adalah dengan cara sebagai berikut:

1. Mengikuti petunjuk , memurnikan tauhid dan mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah saja, sebagaimana kesesatan dan syirik itu merupakan faktor terbesar bagi sempitnya dada.

2. Beriman dengan cahaya iman yang benar, yang dimasukkan oleh Allah ke dalam hati hamba-hambaNya dan juga amal shalih (yang dilakukan seseorang).

3. Mencari ilmu syar’i yang bermanfaat. Setiap kali ilmu seseorang bertambah luas , maka akan semakin lapang dan luas pula hatinya.

4. Bertaubat dan kembali taat kepada Allah yang Maha suci, mencintai-Nya dengan segenap hati, serta menghadapkan diri kepada-Nya, dan menikmati ibadahkepada-Nya.

5. Terus-menerus dzikir kepada-Nya dalam segala kondisi dan tempat. Sebab dzikir mempunyai pengaruh yang sangat menakjubkan dalam melapangkan dan meluaskan dada, menyenangkan hati, serta menghilangkan kebimbangan dan kedukaan.

6. Berbuat baik kepada sesama mahluk dengan melakukan berbagai perbuatan baik kepada mereka sedapat mungkin . Sebab seseorang yang murah hati lagi baik adalah manusia yang paling lapang dadanya, paling baik jiwanya dan paling bahagia hatinya.

7. Mengeluarkan berbagai kotoran hati dari berbagai sifat tercela yang menyebabkan hatinya menjadi sempit dan tersiksa , seperti; dengki, kebencian, iri dan permusuhan. Dalam sebuah hadits disebutkan , bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam pernah ditanya tentang sebaik baik manusia ,maka Beliau pun menjawab :“Setiap orang yang bersih hatinya dan selalu benar/jujur lisannya. Mereka (Para Sahabat) berkata : “Mengenai shaduuqul lisan (jujur / benar lisannya), kami sudah mengetahuinya, tetapi apakah yang dimaksud dengan makhmuumul qalbi ?”Beliau menjawab:“Yaitu seseorang yang bertaqwa dan bersih ,yang tidak terdapat dosa pada dirinya , tidak zhalim, tidak iri, dan juga tidak dengki.”HR Ibnu Majah

8. Keberanian seseorang yang berani mempunyai dada yang lebih lapang dan hati yang lebih luas.

9. Meninggalkan sesuatu yang berlebihan dalam memandang, berbicara, mendengar, bergaul, makan, dan tidur. Karena meninggalkan hal ini merupakan salah satu faktor yang dapat melapangkan dada,menyenangkan dan kesedihan.

10. Menyibukkan diri dengan amal atau ilmu Syar’I yang bermanfaat, karena hal tersebut dapat menghindarkan hati dari hal-hal yang menggoncangkannya.

11. Memperhatikan kegiatan hari ini dan tidak perlu khawatir terhadap masa yang akan datang atau pada kesedihan yang terjadi pada masa-masa lalu. Seorang hamba harus selalu berusaha dengan sungguh-sungguh dalam hal-hal yang bermanfaat baginya, baik dalam hal agama maupun dunianya. Juga memohon kesuksesan kepada Rabb-nya dalam mencapai maksud dan tujuan, serta memohon agar dia berkenan membantunya dalam mencapai tujuan tersebut. Karena hal tersebut dapat menghibur dari kedukaan dan kesedihan.

12. Melihat kepada orang yang ada di bawah dan jangan melihat kepada orang yang ada di atas dalam hal ‘afiat (kesehatan, keselamatan)dan hal hal yang berkenaan dengannya, juga dalam rizki dan hal-hal yang berkenaan denganya).

13. Melupakan hal-hal yang tidak menyenangkan yang telah terjadi pada masa lalu yang tidak mungkin dicegah, sehingga tidak larut memikirkannya.

14. Jika dia tertimpa musibah, maka hendaklah dia berusaha meringankan agar dampak buruknya bisa dihindari, serta berusaha keras untuk mencegahnya sesuai dengan kemampuannya.

15. Adanya kekuatan hati dan tidak tergoda serta tidak terpengaruh oleh angan-angan dan berbagai khayalan yang ditimbulkan oleh pemikiran-pemikiran buruk, menahan marah, serta tidak mengkhawatirkan hilangnya hal-hal yang menyenangkan dan datangnya berbagai hal yang tidak menyenangkan, tetapi menyerahkan segala sesuatunya hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat serta memohon ampunan dan afi’at kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

( Diringkas dari kitab Do’a & wirid 400-403 oleh A Yazid bin Abdul Qadir Jawas)

Sumber : http://hang106.or.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar