8 Sep 2011

PM Turki: Hei Israel, Elo, Gue, End

dakwatuna.com – Quetta. Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan negaranya telah menghentikan semua hubungan pertahanan dengan Israel.
Langkah itu dilakukan menyusul pengusiran duta besar Israel karena menolak meminta maaf atas penyerangan kapal aktivis yang menuju Gaza. Penyerangan itu menyebabkan sembilan aktivis Turki tewas.
Laporan PBB menyimpulkan bahwa Israel menggunakan “kekuatan berlebihan” dalam serangan itu, namun blokade angkatan laut itu legal. Turki berjanji membawa kasus itu ke Mahakamah Internasional (ICJ) yang bermarkas di Den Hag, Belanda. ICG adalah mahkamah PBB yang didirikan untuk menangani masalah antarnegara.
Para pakar mengatakan, Turki tampaknya tidak akan mungkin menggiring Israel ke ICJ, karena berdasarkan peraturan mahkamah, Israel perlu memberikan persetujuan agar kasus itu diangkat.
Erdogan mengatakan Turki “memutus total” hubungan pertahanan dengan Israel, setelah menurunkan tingkat hubungan diplomatik dengan negara itu. “Hubungan dagang, militer, menyangkut industri pertahanan, kami hentikan,” katanya kepada wartawan di Ankara.
Sebelumnya Turki telah mengusir duta besar Israel tanggal 2 September lalu, dan juga menghentikan hubungan militer dengan Israel minggu lalu. Israel menyatakan penyesalan atas meninggalnya aktivis Turki dalam penyerangan kapal bantuan itu.
Namun Erdogan menggambarkan serangan itu sebagai suatu hal yang keji, dan menuduh Israel bertindak sebagai “anak manja” di kawasan. ”Kedua negara memiliki hubungan militer dalam 20 tahun terakhir, namun menurun dalam tahun-tahun terakhir, kata wartawan BBC di Turki, Jonathan Head.
Namun sebagian besar kesepakatan dengan perusahaan-perusahaan Israel, seperti peningkatan jet dan tank Turki, telah selesai. Sepuluh pesanan terakhir pesawat pengintai telah dikirimkan dan Turki tidak memiliki rencana untuk membeli lagi.
Namun negara itu kemungkinan masih memerlukan bantuan teknis Israel untuk mengoperasikan pesawat tanpa awak yang penting dalam perang melawan pemberontak Kurdi. (Dodi Esvandi/Tribunnews)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar